Kursus ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan fondasi berpikir kritis yang sistematis dalam konteks profesional kedokteran gigi
Capaian Pembelajaran
Mahasiswa mampu menganalisis logika dan menghindari bias medis.
Mahasiswa mampu mengevaluasi literasi informasi ilmiah secara efektif.
Mahasiswa mampu menerapkan strategi problem solving dengan metode PDCA.
Untuk mengikuti kursus ini dengan optimal, mahasiswa diharapkan memiliki:
- Pemahaman Dasar Akademik: Terdaftar sebagai mahasiswa (terutama di bidang kesehatan atau kedokteran gigi) untuk dapat mengaitkan materi dengan studi kasus klinis.
- Kemampuan Literasi Dasar: Kemampuan membaca dan menganalisis teks ilmiah sederhana.
- Keterampilan Digital: Akses internet yang stabil dan kemampuan dasar mengoperasikan platform pembelajaran daring (LMS).
- Sikap Terbuka: Kesediaan untuk mengevaluasi kembali asumsi pribadi dan belajar secara mandiri (self-paced learning).
Tim Pengajar:
Santhia Pramanthi meraih gelar Dokter Gigi dari Universitas Airlangga dan menyelesaikan program Spesialis Ortodonsia (Sp.Ort.) di universitas yang sama. Saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia.
Selain peran akademisnya, beliau aktif berpraktik sebagai spesialis ortodonsia di praktik pribadi maupun klinik gigi. Fokus riset beliau mencakup bidang ortodonsia dan kesehatan gigi mulut, teknologi ortodonsia, serta penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam kedokteran gigi. Untuk korespondensi lebih lanjut, beliau dapat dihubungi melalui email: [email protected].
Ferdinand Hadinata meraih gelar Dokter Gigi dari Universitas Airlangga dan menyelesaikan program Spesialis Periodonsia (Sp.Perio.) di universitas yang sama. Beliau adalah seorang periodontis, implantologis, dan akademisi yang berbasis di Surabaya. Saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik serta dosen di Fakultas Kedokteran Gigi Petra Christian University. Beliau juga aktif sebagai narasumber di kegiatan ilmiah baik nasional maupun internasional. Fokus pengembangan beliau adalah bidang periodonsia, regenerasi jaringan, dental implant, dan digital dentistry. Untuk korespondensi lebih lanjut, beliau dapat dihubungi melalui email: [email protected]
Ivan Djuarsa menyelesaikan pendidikan Dokter Gigi dan spesialis Prostodonsia (Sp.Pros) di Universitas Airlangga. Saat ini, beliau mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Urusan Internasional di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Selain aktif di dunia akademis sebagai dosen, beliau juga berpraktik sebagai spesialis prostodonsia di klinik pribadi dan rumah sakit di Surabaya. Fokus riset dan minat profesionalnya mencakup integrasi teknologi modern dalam dunia medis, khususnya Artificial Intelligence (AI) di bidang kedokteran gigi, teknologi imersif, serta prostodonsia. Beliau sangat terbuka untuk kolaborasi akademis maupun profesional dan dapat dihubungi melalui email di: [email protected].
Nicholas Marshal Octavianus meraih gelar Dokter Gigi dari Universitas Trisakti dan menyelesaikan Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) di Univeristas Brawijaya. Saat ini menjabat sebagai dosen bidang Kesehatan Gigi Masyarakat di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Kristen Petra, Surabaya, Indonesia.
Selain peran akademisnya, beliau aktif berpraktik di praktik pribadi maupun di Rumah Sakit. Fokus riset mencakup bidang ilmu kesehatan gigi masyarakat dan kedokteran sosial. Untuk korespondensi lebih lanjut, beliau dapat dihubungi melalui email: [email protected].
Peta Konsep